Kamis, 24 Maret 2016

Psikoterapi dan Terapi Psikoanalisis




Nama : Apec Fachrul Rozy Salam
Kelas  : 3PA14
NPM  : 11513194

Psikoterapi
Pengertian Psikoterapi
            Psikoterapi merupakan salah satu keterampilan dasar yang perlu dimiliki oleh seorang psikiater. Psikoterapi adalah kata yang meliputi setiap jenis terapi untuk pikiran, bukan untuk bagian tubuh yang lain. Tetapi, ketika sebagian orang mengucapkan  kata itu, biasaya yang mereka maksud adallah terapi yang digunakan oleh para psikiatris dan psikolog, bukan hal-hal yang lebih bersifat alternatif seperti misalnya terapi tertawa atau terapi musik.

Tujuan Psikoterapi
Menurut Ivey (dalam Gunarsa) tahun 1987 mengatakan  Tujuan psikoterapi adalah membuat sesuatu yang tidak saadar menjadi suatu yang disadari. Rekonstruksi kepribadiannya dilakuka terhadap kejadian-kejadian yang sudah lewat dan menyusun sintesis yang baru dari konflik-konflik yang lama. Di sisi lain Corey (dalam Gunarsa) tahun 1991, menjelaskan tujuan psikoterapi dengan pendekatan analisis adalah untuk membantu klien dalam menghidupkan kebali pengalaman-pengalaman yang sudah lewat dan bekerja melalui konflik-konflik yang ditekan melalui pemahaman intelektual. Sedangkan menurut Guze, Richeimer dan Siegel (1997) menyebutkan psikoterapi sebagai berikut:
1.      Perawatan akut (intervensi krisis dan stabilisasi)
2.      Rehabilitasi (memperbaiki gangguan perilaku berat)
3.      Pemeliharaan (pencegahan keadaan memburuk jangka panjang)
4.      Restrukturisasi  eningkatkan perubahan yang terus-menerus pada klien)

Unsur-unsur Psikoterapi
Menurut Masserman (dalam Guze, Richeimer dan Siegel) ada tujuh “parameter pengaruh” yang mencakup unsur-unsur lazim pada semua jenis psikoterapi, yaitu:
  1. Peran sosial (martabat) psikoterapis
  2. Hubungan (persekutuan terapeutik)
  3. Hak
  4. Retrospreksi
  5. Re-edukasi
  6. Rehabilitasi
  7. Resosialisasi dan rekapitulasi
Unsur-unsur psikoterapeutik dapat dipilih untuk masing-masing pasien dan dimodifikasi dengan berlanjutnya terapi.
Perbedaan antara psikoterapi dan konseling
  1.     Psikoterapi : Hubungan antar perorangan yang berlangsung lama, terfokus pada proses ketidaksadaran dan perubahan struktur kepribadian, solusi tidak dapat diperoleh secara langsung melainkan melalui proses pemahaman diri yang intensif terhadap dinamika masalah kehidupan.
  2.     Konseling  : ialah proses dimana klien diberikan kesempatan untuk mendalami hal yang menyita perhatiannya, sehingga kesadaran klien meningkat dan juga terbuka jadi lebih banyak kemungkinan pilihan yang bisa diambil, dilakukan konseling hanya dalam jangka waktu yang relatif pendek, berfokus kepada permasalahan tertentu, membantu individu mengatasi hambatan untuk perkembangan saja.
 Pendekatan terhadap Mental illness
  1. Pendekatan psikoanalitik : Banyak menekankan faktor ketidaksadaran dan berlandaskan pada pengaruh aspek biologis manusia
  2. Pendekatan Afektif : Pendekatan untuk melakukan perubahan terhadap cara pasien merasakan diri sendiri. Pendekatan ini banyak dipengaruhi oleh pendekatan eksistensialistik - humanistik, sehingga kelompok pendekatan ini juga bisa disebut sebagai kelompok atau gerakan yang menitikberatkan kemanusiaan dan hakikat kemampuannya yang dimiliki seseorang yang perlu berkembang dan diperkembangkan Terapi Gestalt : Perls (1969) mengatakan bahwa tujuan terapi gestalt adalah membantu orang agar ia mampu mengembangkan dirinya sendiri, mencapai kematangan dan melibatkan diri dalam kehidupan dan bertanggung jawab terhadap dirinya sendiri.
  3. Pendekatan Behavioristik : Corey (1991) memusarkan perhatian dan memahami apa yang bisa dilakukan terhadap perilaku yang menjadi masalah
  4. Pendekatan Kognitif : Terapi Rasional - Emotif :Ellis mendasarkan pada konsep bahwa berpikir dan berperasaan saling berkaitan, namun dalam pendekatannya lebih menitikberatkan pada pikiran daripada ekspresi emosi seseorang.
  5. Terapi realitas : William glasser,  memusatkan perhatian pada perbuatan atau tindakan sekarang dan pikiran yang menjadi dasarnya , bukan pada pemahaman , perasaan , pengalaman yang sudah lewat atau ketidaksadaran.
TERAPI PSIKOANALISIS

Konsep Dasar Psikoanalisis

Tokoh : Sigmund Freud

Psikoanalisis (Hjelle & Ziegler, 1992) :
-          teori mengenai kepribadian & psikopatologi
-          metode terapi untuk gangguan kepribadian
-          teknik untuk menyelidiki pikiran2 & perasaan2 individu yang tidak disadari


Prinsip & Konsep Dasar :
-          organisasi kepribadian --- 3 level kesadaran (counscious) : conscious, preconscious & unconscious
-          struktur kepribadian --- id, ego, super ego,
-          dasar motivasi --- dorongan instinktual --- tension release
-          konflik, kecemasan, tipe kecemasan : realitas, neurotik, moral.
-          mekanisme pertahanan ego : represi, proyeksi, displacement, rasionalisasi, reaksi formasi, regresi, sublimasi, denial,
-          perkembangan kepribadian ---- tahap perkembangan psikoseksual : oral, anal, phallic, latency, genital,

Gangguan mental :
1.        konflik intrapsikis yang tidak terpecahkan
simptom --- gambaran sebagian usaha penanganan konflik
2.        konflik intrapsikis yang sebagian besar tidak disadari & ada hubungan dengan masa lalu / masa kecil

konflik --à neurotik :
dipelajari pada masa kanak2 melalui interaksi yang salah dengan significant other & sebagian besar tidak disadari


Unsur - unsur Terapi Psikoanalisis


TERAPI

Tujuan :
Membentuk kembali struktur kepribadian dengan :
-          to make unconscious ---à conscious
-          meningkatkan kontrol ego (ego strength)
-          mengetahui / menyadari masa kecil --- diketahui kapan awal gangguan
efektif ---à dalam hubungan interpersonal, dalam menangani kecemasan secara realistis, dalam memperoleh kendali atas perilaku yang impulsif & rasional


Peran terapis :
Psikoanalis ----à menafsirkan/menginterpretasi & menganalisis


Teknik - teknik terapi Psikoanalisis

Teknik-teknik :
1.        Free association
§  salah satu alat untuk “open the door” ke : keinginan, fantasi, pikiran, perasaan, konflik, motivasi yang tidak disadari
§  prosedur :
-          pasien rileks duduk / berbaring di sofa (“couch”)
-          mengatakan apapun yang ada di pikiran (tanpa sensor)
(diinterpretasi sbg ekspresi simbolik dari pikiran2 & perasaan2 yg direpres)
    §  tugas terapis :
mendengarkan, mencatat, menganalisis /menginterpretasi bahan yang direpres, memberitahu / membimbing pasien memperoleh insight (dinamika yang mendasari perilaku yang tidak disadari)

2.        interpretation of resistance
§  segala sesuatu yang menghambat klien mengeluarkan bahan2 yg tidak disadari
§  merupakan dinamika yang disadari & usaha melindungi diri dari kecemasan yang tidak ditolerir (-- melakukan MPE)
§  tugas terapis :
memberitahu & membantu pasien menyadari sebab2 adanya resisten sehingga akan dapat menghadapinya

3.        dream analysis
§  mimpi -àroyal roadto the unconscious
-          membuka bahan2 (keinginan, dorongan) / masalah2 yg tidak disadari
-          sebagai “symbolic wishfulfillment
§  Proses
-          tidur -- MPE (terutama represi) lemah --- dalam mimpi : muncul ke permukaan / keluar halus (simbol) --- diceritakan
-          Dream work :
Kerja ego yg melakukan transformasi dari Latent  Content (LC) ke Manifest Content (MC) / kerja otak manusia utk mengubah LC ke MC didalam mimpi

      LC -----à Mimpi -----à MC

MC :  Manifest Content (hal2 yang diceritakan
LC  :  Latent Content (hal2 yang ada di sebaliknya / inti

§  Yang diingat /diinterpretasi biasanya yang ekstrim – tidak semua diinterpretasi
4.        analysis of transference
§  pasien “displace” perasaan2 (love/hate) terhadap significant other (seringkali orang tua), kepada terapis
§  terjadi ketika muncul konflik/ kebutuhan /dorongan masa lalu (cinta, benci, seksualitas, penolakan) & dibawa  ke masa sekarang (terhadap terapis)
§  tugas terapis :
-          menginterpretasi/menganalisis,
-          membuat pasien memperoleh insight (dapat membedakan fantasi – realitas, masa lalu – sekarang, menyadari dorongan2 yang tidak disadarinya)
-          membantu pasien mengatasi konflik2 lama yang menghambat dirinya (mampu : mengatasi mispersepsi, mis-interpretasi, mengevaluasi kecemasan / dorongan yang tidak realistik, membuat keputusan yang realistik & matang)
§  counter transference ---- ?

5.        The other psychopathology of everydar life
§                                              Humor
    Instink  dorongan agresif & seksual
§                                                   Slip of the tongue

6.        emotional reeducation
meningkatkan kemampuan pasien dalam memperoleh insight mengenai penyebab perilakunya / di kehidupan sehari2 (dari berbagai teknik)




Gunarsa, G., Singgih. (2007). Konseling dan psikoterapi. Jakarta: Gunung Mulia.


Minggu, 03 Januari 2016

Psikologi Manajemen Tugas IV

V.  Komunikasi dalam Manajemen
 
1.      Pengertian Komunikasi
Meurut Kozier dan Erb (dalam Nugroho, 2009) komunikasi adalah pertukaran informasi antar dua orang atau lebih, atau pertukaran ide, perasaan, dan pikiran. Pendapat lain dikemukakan oleh Gode (dalam Wiryanto, 2004) mendefinisikan komunikasi sebagai suatu proses yang membuat kebersamaan bagi dua orang atau lebih yang semula monopoli oleh satu atau beberapa orang. Trenholm dan Jensen (dalam Wiryanto, 2004) mendefinisikan komunikasi sebagai suatu proses dimana sumber mentransmisikan pesan kepada penerima melalui beragam saluran. Hoveland (dalam Wiryanto, 2004) mengatakan komunikasi adalah proses dimana individu mentransmisikan stimulus untuk mengubah perilaku individu yang lain.
Dari definisi beberapa tokoh di atas, dapat ditarik kesimpulan bahwa komunikasi adalah pertukaran informasi antara dua orang atau lebih yang membuat kebersamaan bagi dua orang atau lebih yang semula monopoli oleh satu atau beberapa orang dimana sumber mentransmisikan pesan kepada penerima melalui beragam saluran untuk mengubah perilaku individu yang lain.
2.      Proses Komunikasi
Wiryanto mengemukakan bahwa proses komunikasi merupakan aktivitas mendasar bagi manusia sebagai makhluk sosial. Setiap proses komunikasi diawali dengan adanya stimulus yang masuk pada diri individu yang di tangkap melalui panca indera. Stimulus diolah di otak dengan pengetahuan, pengalaman, selera dan iman yang dimiliki individu. Stimulus tersebut mengalami proses intelektual menjadi informasi. Adapun informasi yang telah dikomunikasikan disebut sebagai pesan.
3.      Hambatan Komunikasi
Menurut Robbins (dalam Haryadi, 2009) ada 4 hambatan komunikasi, yaitu :
a.       Perbedaan Bahasa dan Persepsi
Bahasa sangat penting dalam komunikasi, bahasa bertujuan untuk menyamakan persepsi dan mentransfer informasi.
b.      Gangguan Komunikasi
Ada 2 macam gangguan komunikasi, yaitu:
1)       Gangguan emosional, yaitu Pesan akan sulit disamapaikan dalam keadaan kecewa, marah, atau takut. Hal ini lah yang menyebabkan gagasan dan perasaan sering menyulitkan dalam bersikap objektif.
2)      Gangguan fisik, yaitu hubungan yang buruk, akustik yang jelek, dan tulisan yang tidak dapat dibaca. Walaupun gangguan ini terlihat sepele namun dapat menghambat pesan yang sebenarnya efektif.
c.       Overload Informasi
Yaitu hambatan yang ada karena terlalu banyak informasi yang didapat, komunikasi dapat terganggu karena materi dari informasi tersebut sangat rumit dan controversial.
d.      Penyaringan Informasi yang tidak Tepat
Menyaring informasi dapat mempengaruhi jumlah dan mutu informasi yang diteruskan, dan tentunya akan memengaruhi komunikasi efektif yang di harapkan.
v  Definisi Komunikasi Intrapersonal Efektif dalam Organisasi yang Mencakup Componential dan Situasional
1.      Componential
Menjelaskan komunikasi antar pribadi dengan mengamati komponen-komponen utamanya, dalam hal ini adalah penyampaian pesan oleh satu orang dan penerimaan pesan oleh orang lain dengan berbagai dampaknya dan dengan peluang untuk memberikan umpan balik dengan segera.
2.      Situasional
Interaksi tatap muka antara dua orang dengan potensi umpan balik langsung dengan situasi yang mendukung disekitarnya.
v Model Pengolahan Informasi
1.      Rational
Model ini berasumsi bahwa orang beroperasi dalam mode pengolahan dikontrol menggunakan prosedur analitis
2.      Limited Capacity
Model ini menunjukkan bagaimana orang menyederhanakan pengolahan informasi
3.      Expert
Model ini bergantung pada model Limited Capacity
4.      Cybernetic
Model ini berpendapat bahwa informasi diproses dari waktu ke waktu.
v  Model Interaktif Manajemen
1.      Confidence
Dalam manajemen timbulnya suatu interaksi karena adanya rasa nyaman. Kenyamanan tersebut dapat membuat suatu organisasi bertahan lama dan menimbulkan suatu kepercayaan dan pengertian.
2.      Immediacy
Ini adalah model organisasi yang membuat suatu organisasi tersebut menjadi segar dan tidak membosankan
3.      Interaction management
Adanya berbagai interaksi dalam manajemen seperti mendengarkan dan juga menjelaskan kepada berbagai pihak yang bersangkutan
4.      Expressiveness
Mengembangkan suatu komitmen dalam suatu organisasi dengan berbagai macam ekspresi perilaku.
5.      Other-orientation
Dalam hal ini suatu manajemen organisasi berorientasi pada pegawai.


Sumber:
Haris, T, E. (2002). Applied organizational communication. New York: Psychology Press
Haryadi, H. (2009). Administrasi perkantoran untuk manajer & staff. Jakarta: Transmedia Pustaka
Nugroho, W. (2009). Komunikasi dalam keperawatan gerontik. Jakarta: EGC.
Suranto. (2011). Komunikasi interpersonal. Yogyakarta: Graha Ilmu
Wiryanto. (2004). Pengantar ilmu komunikasi. Jakarta: Grasindo.

Minggu, 22 November 2015

Mengendalikan Fungsi Manajemen, Kekuasaan dan Pengaruh




A.   Mengendalikan Fungsi  Manajemen

Definisi Controlling
Pada tahun 1916, Henri Fayol merumuskan salah satu definisi pertama kontrol karena berkaitan dengan manajemen :
Pengendalian suatu usaha terdiri dari melihat bahwa segala sesuatu yang sedang dilakukan sesuai dengan rencana yang telah diadopsi, perintah yang telah diberikan, dan prinsip-prinsip yang telah ditetapkan. Adalah penting untuk mengetahui kesalahan agar mereka dapat diperbaiki dan dicegah dari berulang.

Menurut EFL Breach :
Pengendalian adalah perbandingan kinerja saat ini terhadap standar yang telah ditentukan yang terkandung dalam rencana, dengan maksud untuk memastikan kemajuan yang memadai dan kinerja yang memuaskan.

Menurut Harold Koontz :
Pengendalian adalah pengukuran dan koreksi kinerja dalam rangka untuk memastikan bahwa tujuan-tujuan perusahaan dan rencana yang dirancang untuk mencapainya tercapai.

Langkah-langkah Kontrol
Langkah-langkah dalam pengendalian (controlling)
Mockler (dalam Rizqi, 2012) membagi pengendalian dalam 4 langkah yaitu :
a.  Menetapkan standar dan Metode Mengukur Prestasi Kerja
Standar yang dimaksud adalah criteria yang sederhana untuk prestasi kerja, yakni titik-titik yang terpilih didalam seluruh program perencanaan untuk mengukur prestasi kerja tersebut guna memberikan tanda kepada manajer tentang perkembangan yang terjadi dalam perusahaan itu tanpa perlu mengawasi setiap langkah untuk proses pelaksanaan rencana yang telah ditetapkan.
b.    Melakukan Pengukuran Prestasi Kerja
Pengukuran prestasi kerja idealnya dilaksanakan atas dasar pandangan kedepan, sehingga penyimpangan-pennyimpangan yang mungkin terjadi ari standar dapat diketahui lebih dahulu.

c.    Menetapkan Apakah Prestasi Kerja Sesuai dengan Standar
Yaitu dengan membandingkan hasil pengukuran dengan target atau standar yang telah ditetapkan. Bila prestasi sesuai dengan standar manajer akan menilai bahwa segala sesuatunya beada dalam kendali.

d.    Mengambil Tindakan Korektif
Proses pengawasan tidak lengkap bila tidak diambil tindakan untuk membetulkan penyimpangan yanf terjadi. Apabila prestasi kerja diukur dalam standar, maka pembetulan penyimpangan yang terjadi dapat dipercepat, karena manajer sudah mengetahui dengan tepat, terhadap bagian mana dari pelaksanaan tugas oleh individu atau kelompok kerja, tindakan koreksi itu harus dikenakan.

Tipe-tipe kontrol dalam manajemen
1.      (Awal) Preliminary, Kadang-kadang disebut kendali feedforward, Hal ini harus dipenuhi sebelum suatu perkerjaan dimulai. Kendali ini menyakinkan bahwa arah yang tepat telah disusun dengan sumber-sumber yang tepat tersedia untuk memenuhinya

  1. (Saat ini) Concurrent, Berfokus pada apa yang sedang terjadi selama proses. Kadang-kadang disebut Kendali steering, kendali ini memantau operasi dan aktivitas yang sedang berjalan untuk menjamin sesuatunya telah sedang dikerjakan dengan tepat.

  1. (Akhir) Post-action, Kadang-kadang disebut kendali feedback , Kendali ini mengambil tempat setelah suatu tindakan dilengkapi. Kendali akhir berfokus pada hasil akhir, kebalikan dari input dan aktivitas.

Strategi controlling untuk organisasi
Bidang strategik yang dapat membuat organisasi secara keseluruhan mencapai sukses yaitu :
  Transaksi Keuangan.
 Analisis Laporan Keuangan (Financial Statement Analysis)
Analisa laporan keuangan merupakan proses yang penuh pertimbangan dalam rangka membantu mengevalusi posisi keuangan dan hasil operasi perusahaan pada masa sekarang dan masa lalu, dengan tujuan untuk menentukan estimasi dan prediksi yang paling mungkin mengenai kondisi dan kinerja perusahaan pada masa mendatang.
  Manajemen Kas (Cash Management).
  Pengelolaan Biaya (Cost Control).
  Hubungan Manajer dan Bawahan
Hubungan antara manager dan bawahan juga harus baik dan terjaga. Sebisa mungkin ada hubungan 2 arah antara manager dan bawahan, bukan hubungan searah dimana manager terus-terusan memberi perintah kepada bawahan tanpa mau mendengar keluhan dan perasaan bawahannya. Bila ada hubungan harmonis seperti keluarga dalam suatu perusahaan maka akan tercipta team kerja yang solid dan kuat dalam menjalankan perusahaan.
  • Operasi-operasi Produktif.

B.  Kekuasaan dan Pengaruh

Definisi Kekuasaan
Kekuasaan adalah kewenangan yang didapatkan oleh seseorang atau kelompok guna menjalankan kewenangan tersebut sesuai dengan kewenangan yang diberikan, kewenangan tidak boleh dijalankan melebihi kewenangan yang diperoleh[1] [2] atau kemampuan seseorang atau kelompok untuk memengaruhi tingkah laku orang atau kelompok lain sesuai dengan keinginan dari pelaku (Miriam Budiardjo,2002) atau Kekuasaan merupakan kemampuan memengaruhi pihak lain untuk berpikir dan berperilaku sesuai dengan kehendak yang memengaruhi (Ramlan Surbakti,1992).

Dalam pembicaraan umum, kekuasaan dapat berarti kekuasaan golongan, kekuasaan raja, kekuasaan pejabat negara. Sehingga tidak salah bila dikatakan kekuasaan adalah kemampuan untuk mempengaruhi pihak lain menurut kehendak yang ada pada pemegang kekuasaan tersebut. Robert Mac Iver mengatakan bahwa Kekuasaan adalah kemampuan untuk mengendalikan tingkah laku orang lain baik secara langsung dengan jalan memberi perintah / dengan tidak langsung dengan jalan menggunakan semua alat dan cara yg tersedia. Kekuasaan biasanya berbentuk hubungan, ada yg memerintah dan ada yg diperintah. Manusia berlaku sebagau subjek sekaligus objek dari kekuasaan. Contohnya Presiden, ia membuat UU (subyek dari kekuasaan) tetapi juga harus tunduk pada Undang-Undang (objek dari kekuasaan).

Sumber-sumber kekuasaan
1. Kekuasaan yang bersumber pada kedudukan
a. Kekuasaan formal atau Legal (French & Raven 1959)
Contohnya komandan tentara, kepala dinas, presiden atau perdana menteri.
Kendali atas sumber dan ganjaran (French & Raven 1959)
Majikan yang menggaji  karyawannya, pemilik sawah yang mengupah buruhnya,  kepala suku atau kepala kantor yang dapat memberi ganjaran kepada anggota atau bawahannya.

b. Kendali atas hukum (French & Raven 1959)
Kepemimpinan yang didasarkan pada rasa takut. Contohnya perman-preman yang memunguti pajak dari pemilik toko. Para pemilik toko mau saja menuruti kehendak para preman itu karena takut mendapat perlakuan kasar. Demikian pula anak kelas satu SMP yang takut pada senior kelas3 yang galak dan suka memukul sehingga kehendak seniornya itu selalu dituruti.

c. Kendali atas informasi (Pettigrew, 1972)
Siapa yang menguasai informasi dapat menjadi pemimpin. Contohnya orang yang paling tahu jalan diantara serombongan pendaki gunung yang tersesat akan menjadi seorang pemimpin. Ulama akan menjadi pemimpin dalam agama. Ilmuan menjadi pemimpin dalam ilmu pengetahuan.

d. Kendali ekologik (lingkungan)
Sumber kekuasaan ini dinamakan juga perekayasaan situasi .
•   Kendali atas penempatan jabatan.
Seorang atasan atau manager mempunyai kekuasaan atas bawahannya karena ia boleh menentukan posisi anggotanya.
•  Kendali atas tata lingkungan.
Kepala dinas tata kota berhak memberi  izin bangunan. Orang-orang ini menjadi pemimpin karena kendalinya atas penataan lingkungan.

2. Kekuasaan yang bersumber pada kepribadian.
Berasal dari sifat-sifat pribadi.
a. Keahlian atau keterampilan (French & Raven 1959)
Contohnya pasien-pasien di rumah sakit menganggap dokter sebagai pemimpin karena dokterlah yang dianggap sebagai ahli untuk menyembuhkan penyakitnya.

b. Persahabatan atau kesetiaan (French & Raven 1959)
Sifat dapat bergaul, setia kawan atau setia kepada kelompok dapat merupakan sumber kekuasaan sehingga seseorang dianggap sebagai pemimpin. Contohnya pemimpin yayasan panti asuhan dipilih karena memiliki sifat seperti Ibu Theresa.

c. Karisma (House,1977)
Ciri kepribadian yang menyebabkan timbulnya kewibawaan pribadi dari pemimpin juga merupakan salah satu sumber kekuasaan dalam proses kepemimpinan.

3. Kekuasaan yang bersumber pada politik
a. Kendali atas proses pembuatan keputusan (Preffer  & Salanick, 1974)
   Ketua menentukan apakah suatu keputusan akan di buat dan dilaksanakan atau tidak.

b. Koalisi (stevenson, pearce & porter 1985)
Ditentukan hak dan wewenang untuk membuat kerjasama dalam kelompok.

c. Partisipasi (Preffer, 1981)
Pempimpin yang mengatur pastisipasi dari masing-masing anggotanya.

d. Institusionalisasi
Pempimpin agama menikahkan suami istri. Notaris atau hakim menentapkan berdirinya suatu perusahaan.

Definisi Pengaruh
Pengertian Pengaruh Menurut Wiryanto
Pengaruh merupakan tokoh formal mauoun informal di dalam masyarakat, mempunyai ciri lebih kosmopolitan, inovatif, kompeten, dan aksesibel dibanding pihak yang dipengaruhi

Pengertian Pengaruh Menurut Norman Barry
Pengaruh adalah suatu tipe kekuasaan yang jika seorang yang dipengaruhi agar bertindak dengan cara tertentu, dapat dikatakan terdorong untuk bertindak demikian, sekalipun ancaman sanksi yang terbuka tidak merupakan motivasi yang mendorongnya

Pengertian Pengaruh Menurut Uwe Becker
Pengaruh adalah kemampuan yang terus berkembang yang – berbeda dengan kekuasaan – tidak begitu terkait dengan usaha memperjuangkan dan memaksakan kepentingan.

Pengaruh Taktik dalam Organisasi
Taktik-taktik mempengaruhi (Influence Tactics) adalah cara-cara yang biasanya digunakan oleh seseorang untuk mempen-garuhi orang lain, baik orang yang merupakan atasan, setingkat, atau bawahannya. Dengan mengetahui dan menggunakan hal ini, maka seseorang dapat mempengaruhi orang lain, dengan tidak menggunakan kekuasaan yang dimilikinya.
Kipnis dan Schmidt adalah peneliti yang pertama kali meneliti taktik-taktik yang biasa digunakan orang untuk mempengaruhi orang lain. (Kipnis dan Schmidt, 1982). Berbagai alat ukur telah dibuat untuk meneliti taktik mempengaruhi, dan salah satu yang terbaik adalah yang dibuat oleh Yukl dkk, yaitu yang disebut Influence Behavior Questionnaire (Yukl, Lepsinger, and Lucia, 1992). Hasil penelitian Yukl dkk, menun-jukkan ada sembilan jenis taktik yang biasa digunakan di dalam organisasi (Hugheset all, 2009), yaitu:
 Persuasi Rasional (Rational Persuasion), terjadi jika seseorang mempengaruhi orang lain dengan menggunakan alasan yang logis dan bukti-bukti nyata agar orang lain tertarik.
 Daya-tarik Inspirasional (Inspirational Appeals), terjadi jika seseorang mempengaruhi orang lain dengan menggunakan suatu permintaan atau proposal untuk membangkitkan antusiasme atau gairah pada orang lain.
 Konsultasi (Consultation), terjadi jika seseorang mempengaruhi orang lain dengan mengajak dan melibatkan orang yang dijadikan target untuk berpartisipasi dalam pembuatan suatu rencana yang akan dilaksanakan.
 Mengucapkan kata-kata manis (Ingratiation), terjadi jika seseorang mempengaruhi orang lain dengan menggunakan kata-kata yang membahagiakan.
Daya-tarik Pribadi (Personal Appeals), terjadi jika seseorang mempengaruhi orang lain atau memintanya untuk melakukan sesuatu karena merupakan teman atau karena dianggap loyal.
 Pertukaran (Exchange), terjadi jika seseorang mempengaruhi orang lain dengan memberikan sesuatu keuntungan tertentu kepada orang yang dijadikan target, sebagai imbalan atas kemauannya mengikuti suatu permintaan tertentu.
 Koalisi (Coalitions), terjadi jika seseorang meminta bantuan dan dukungan dari orang lain untuk membujuk agar orang yang dijadikan target setuju.
Tekanan (Pressure), terjadi jika seseorang mempengaruhi orang lain dengan menggunakan ancaman, peringatan, atau permintaan yang berulang-ulang dalam meminta sesuatu.

Mengesahkan (Legitimacy), terjadi jika seseorang mempengaruhi orang lain dengan menggunakan jabatannya, kekuasaannya, atau dengan mengatakan bahwa suatu permintaan adalah sesuai dengan kebijakan atau aturan organisasi.


Sumber :

Senin, 02 November 2015

Pengorganisasian struktur manajemen dan Actuating dalam manajemen

A. Pengorganisasian struktur manajemen

1. Struktur organisasi dalam suatu susunan atau hubungan antara komponen bagian-bagian dan posisi dalam sebuah organisasi, komponen yang ada dalam organisasi mempunyai ketergantungan. Sehingga jika terdapat suatu komponen baik maka akan berpengaruh kepada komponen yang lainnya dan tentunya akan berpengauh juga kepada organisasi tersebut.

Organisasi adalah sekelompok orang (dua atau lebih) yang secara formal dipersatukan dalam suatu kerjasama untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Seperti telah diuraikan sebelumnya tentang manajemen. Pengorganisasian adalah merupakan fungsi kedua dalam manajemen dan pengorganisasian didefinisikan sebagai proses kegiatan penyusunan struktur organisasi sesuai dengan tujuan-tujuan, sumber-sumber, dan lingkungannya. Dengan demikian hasil pengorganisasian adalah struktur organisasi.

2. Pengorganisasian sebagai fungsi dari manajemen, meliputi :
a. Organisasi Formal
Organisasi formal adalah kumpulan dari dua orang atau lebih yang mengakibatkan diri dengan suatu tujuan bersama secara sadar serta dengan hubungan kerja yang rasional.
Contoh : Perseroan terbatas, sekolah, negara dan lain sebagainnya.

b. Organisasi Informal
Organisasi informal adalah kumpulan dari dua orang atau lenih yang terlibat pada suatu aktifitas serta tujuan bersama yang tidak disadari.
Contoh : Arisan ibu-ibu, belajar bersama anak-anak sd, kemping ke gunung bareng teman-eman, dan lain-lain.

3. Maanfat struktu fungsional dan struktur divisional
Struktu Fungsional
  • Mempergunakan sumber daya  khusu secara efisien
  • Supervisi dapat dilakukan lebih mudah
  • Mengembangkan keahlian fungsional
  • Mudah memobilitasi keterampilan khusus
  • Memelihara kendali terpusat atas keputusan strategis
  • Berkaitan erat dengan strategi melalui kegiatan kunci sebagai unit terpisah
Struktur Divisional
  • Pekerjaan keseluruhan lebih mudah dikoordinasikan prestasi kerja tinggi dapat dipertahankan
  • Keputusan lebih cepat
  • Lebih mudah untuk menilai prestasi kerja
  • Pengembangan dan strategi dekat dengan lingkungan
  • Memberikan landasan pelatihan bagi para majer strategis
  • Lebih terfokus pada produk, pasar dan tanggapan cepat terhadap perubahan
4. Kekurangan dari struktur organisasi fungsional adalah:
  • Dapat mendorong timbulnya persaingan dan konflik antar fungsi
  • Mengakibatkan sulitnya koordinasi di antara bidang-bidang fungsional
  • Dapat menyebabkan tingginya biaya koordinasi antar fungsi
  • Identifikasi karyawan dengan kelompok spesialis dapat membuat perubahan menjadi sulit
Sedangkan kekurangan struktur organisasi divisional antara lain:
  • Mengakibatkan turunnya komunikasi antara spesialisasi fungsional
  • Sangat potensial untuk menimbulkan persaingan antar divisi
  • Pendelegasian yang besar dapat menimbulkan masalah
5. Contoh kasus, perbedaan pendapat antar anggota. Perbedaan pendapat dalam organisasi sudah bukan hal yang asing lagi dan pasti akan terjadi disaat dalam ketika ingin membuat sesuatu acara atau ingin membuat lainnya. Ego yang tinggi satu sama lain dapat menimbulkan amarah dan tidak membuat organisasinya itu menjadi kompak. Saran, mempunyai suatu pegangan adalah hal wajar dan baik. Tetapi bukan berarti kita menaikkan ego kita sendiri, dalam organisasi sama saja dengan bermusyawarah. Sebuah acara akan berjalan dengan sukses bila adanya kesepakatan bersama atau kekompakkan tanpa ada ego satu sama lain. Dan ketua organisasi itu tersebut juga harus tegas dalam mengambil keputusan yang tepat. Dalam organisasi pun juga bisa membuat kita belajar menghargai pendapat orang lain bukan hanya untuk mencari pengalaman saja.


B. Actuating dalam Manajemen
Actuatung  adalah suatu tindakan untuk mengusahakan agar semua anggota kelompok berusaha untuk mencapai sasaran yang sesuai dengan perencanaan manejerial dan usaha-usaha organisasi. Jadi actuating artinya menggerakkan orang-orang agar mau bekerja dengan sendirinya atau dengan kesadaran secara bersama-sama untuk mencapai tujuan dikehendaki secara efektif. Dalam hal ini yang membutuhkan adalah kepemimpinan. Actuating adalah pelaksanaan untuk bekerja. Untuk melaksanakan secara fisik kegiatan dari aktivitas tersebut, maka manajer mengambil tindakan-tindakan kearah itu. Seperti: Leadership (pimpinan), perintah, komunikasi, dan conseling (nasehat).

2. Pentingnya Actuating dalam organisasi
Fungsi actuating lebih menekankan pada kegiatan yang berhubungan langsung dengan orang-orang dalam organisasi. Perencanaan dan pengorganisasian yang baik kurang berarti bila tidak diikuti dengan penggerakan seluruh potensi sumber daya manusia dan non manusia pada pelaksanaan tugas. Semua sumber daya manusia yang ada harus dioptimalkan untuk mencapai visi, misi dan program kerjaa organisasi. Setiap SDM harus bekerja sesuai dengan tugas, fungsi dan peran, keahlian dan kompetensi masing-masing SDM untuk mencapai visi, misi dan program kerja organisasi yang telah ditetapkan.

3. Prinsip Actuating dalam Manajemen
Pengarahan merupakan hubungan manusia dalam kepemimpinan yang mengikat para bawahan agar bersedia mengerti dan menyumbangkan tenaganya secara etektit serta efisien dalam pencapaian tujuan suatu organisai. Di dalam manajemen, pengarahan ini bersifat sangat kompleks karena disamping menyangkut manusia juga menyangkut berbagai tingkah laku dari manusia-manusia itu sendiri. Manusia dengan berbagai tingkah lakunya yang berbeda-beda. Ada beberapa prinsip yang dilakukan oleh pimpinan perusahaan dalam melakukan pengarahn yaitu:
  • Prinsip mengarah kepada tujuan
  • Prinsip keharmonisasi dengan tujuan
  • Prinsip kesatuan komando


Daftar Pustaka
http://www.pengertianku.net/2015/06/pengertian-struktur-organisasi-dan-fungsinya.html
http://repastrepost.blogspot.co.id/2013/11/pengorganisasian-dalam-manajemen.html
http://fitria-inasya.blogspot.co.id/2013/11/manfaat-kelebihan-kekurangan-dari.html
http://rachmabuana.blogspot.co.id/2013/11/pengertian-dan-pentingnya-actuating.html